<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GRASP 2030</title>
	<atom:link href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2026 03:22:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>Forum Dialog Memperkuat Kemitraan Publik–Swasta untuk Penanganan Susut dan Sisa Pangan (SSP) di Jawa Barat, Bandung, 23 Januari 2026</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/forum-dialog-memperkuat-kemitraan-publik-swasta-untuk-penanganan-susut-dan-sisa-pangan-ssp-di-jawa-barat-bandung-23-januari-2026/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/forum-dialog-memperkuat-kemitraan-publik-swasta-untuk-penanganan-susut-dan-sisa-pangan-ssp-di-jawa-barat-bandung-23-januari-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 22:59:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=660</guid>

					<description><![CDATA[Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui inisiatif GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di 2030) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Forum Dialog Memperkuat Kemitraan Sektor Publik dan Swasta untuk Penanganan Susut dan Sisa Pangan yang Mendukung Sistem Pangan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui inisiatif GRASP 2030<br />
(Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di 2030) berkolaborasi dengan Pemerintah<br />
Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Forum Dialog Memperkuat Kemitraan Sektor Publik<br />
dan Swasta untuk Penanganan Susut dan Sisa Pangan yang Mendukung Sistem Pangan<br />
Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di Sheraton Hotel<br />
Bandung pada Jumat, 23 Januari 2026.</p>
<p>Forum dialog ini menghadirkan perwakilan Badan Pangan Nasional, perwakilan Pemerintah<br />
Provinsi Jawa Barat, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan perwakilan<br />
SPPG. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kemitraan konkret dalam<br />
mengatasi susut dan sisa pangan (food loss &amp; waste).</p>
<p>Direktur Eksekutif IBCSD, Dr. Indah Budiani, menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Barat<br />
memiliki peluang besar untuk menjadi provinsi percontohan nasional dalam penanganan susut<br />
dan sisa pangan berbasis kolaborasi publik-swasta. “Susut dan sisa pangan bukan hanya isu<br />
lingkungan, tetapi juga isu efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha. Melalui GRASP<br />
2030, kami mendorong kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan yang sejalan dengan SDG<br />
12.3, agar aksi pengurangan susut dan sisa pangan dapat lebih terukur dan berdampak,” jelas<br />
Indah.</p>
<p><strong>Jawa Barat sebagai Wilayah Strategis</strong><br />
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat yang diwakilkan oleh Kepala Bidang<br />
Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah<br />
Provinsi Jawa Barat, Eka Jatnika Sundana, ST., M.Sc menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki<br />
peran sangat strategis dalam penanganan susut dan sisa pangan di Indonesia. Dengan jumlah<br />
penduduk terbesar mencapai 50,7 juta jiwa, aktivitas ekonomi pangan yang tinggi, serta status<br />
sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi beras tahun 2025 sebesar 10,23<br />
juta ton GKG, Jawa Barat menjadi wilayah kunci dalam upaya nasional pengurangan SSP.<br />
Namun, Jawa Barat juga tercatat sebagai penghasil sampah terbesar di Indonesia dengan<br />
timbulan mencapai 24.882,78 ton per hari, di mana 39,02% diantaranya merupakan sisa<br />
makanan. Tanpa penanganan serius, kondisi ini berpotensi menambah beban lingkungan,<br />
kesehatan masyarakat, dan inefisiensi ekonomi.</p>
<p><strong>Kolaborasi Multipihak melalui GRASP 2030</strong><br />
Inisiatif GRASP 2030 telah menghimpun 18 perusahaan dan 28 organisasi yang berkomitmen<br />
mengurangi SSP sesuai target SDG 12.3 dan RPJMN 2025-2029. Platform ini mendorong<br />
kolaborasi strategis dengan pendekatan Target–Measure–Act, serta memfasilitasi panduan redistribusi pangan dan forum kerja lintas sektor. Dengan semangat gotong royong, Jawa Barat diharapkan menjadi provinsi percontohan dalam pengurangan SSP dan implementasi<br />
pembangunan rendah emisi berbasis kolaborasi multipihak.<br />
<img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-661" src="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-300x176.jpg" alt="" width="493" height="289" srcset="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-300x176.jpg 300w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-1024x601.jpg 1024w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-768x451.jpg 768w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-1536x902.jpg 1536w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-2048x1202.jpg 2048w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-500x294.jpg 500w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-200x117.jpg 200w" sizes="(max-width: 493px) 100vw, 493px" /></p>
<p>(Dari kiri ke kanan) Dr. Indah Budiani (Direktur Eksekutif IBCSD), Tiur Rumondang (Country<br />
Lead WRAP Indonesia), Isa Dwiyono (Internal Communication &amp; Sustainability Specialist Kalbe<br />
Nutritionals), Eka Jatnika Sundana (Kabid PSDA.Bappeda Jawa Barat) Nita Yulianis (Direktur<br />
Kewaspadaan Pangan dan Gizi, BAPANAS), Linda Al Amin (Kepala Dinas Ketahanan Pangan<br />
dan Peternakan Provinsi Jawa Barat), Risky Fauzi Wibowo (Sustainability Lead Superindo),<br />
M. Gumilang Pramuwidyatama (Pembina Foodbank Bandung), Riza Zakaria (CFO PT BIKI),<br />
dan Aloysius Wiratmo (Program Manager GRASP 2030)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/forum-dialog-memperkuat-kemitraan-publik-swasta-untuk-penanganan-susut-dan-sisa-pangan-ssp-di-jawa-barat-bandung-23-januari-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat bergabung Lawson Indonesia, mari Gotong Royong Atasi Sisa dan Susut Pangan di Tahun 2030!</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/selamat-bergabung-lawson-indonesia-mari-gotong-royong-atasi-sisa-dan-susut-pangan-di-tahun-2030/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/selamat-bergabung-lawson-indonesia-mari-gotong-royong-atasi-sisa-dan-susut-pangan-di-tahun-2030/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 22:35:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=657</guid>

					<description><![CDATA[Dengan penuh antusias, kami menyambut Lawson Indonesia, PT Lancar Wiguna Sejahtera, yang sejak Desember 2025 resmi menjadi core signatory dari inisiatif GRASP 2030!  Firly Firlandi, Corporate Communication Manager, PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson Indonesia) menyampaikan: &#8220;Kami percaya setiap langkah kecil menuju keberlanjutan dapat membawa dampak besar bagi masyarakat. Bergabung dengan GRASP 2030 adalah komitmen kami untuk menghadirkan convenience store yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Dengan penuh antusias, kami menyambut Lawson Indonesia, PT Lancar Wiguna Sejahtera, yang sejak Desember 2025 resmi menjadi core signatory dari inisiatif GRASP 2030! </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Firly Firlandi, Corporate Communication Manager, PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson Indonesia) menyampaikan: </span><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kami percaya setiap langkah kecil menuju keberlanjutan dapat membawa dampak besar bagi masyarakat. Bergabung dengan GRASP 2030 adalah komitmen kami untuk menghadirkan convenience store yang tidak hanya praktis, tetapi juga peduli pada masa depan bumi. Fokus kolaborasi kami adalah pengurangan limbah kopi sebagai bagian dari upaya keberlanjutan.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, Aloysius Wiratmo, Program Director IBCSD dan Team Leader GRASP 2030, menegaskan: </span><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kehadiran Lawson sebagai Core Signatory GRASP 2030 memperkuat ekosistem kolaborasi kami, khususnya dari perwakilan sektor ritel. Dengan model bisnis Lawson yang inovatif dan dekat dengan konsumen urban, kami semakin optimis kontribusi Lawson dapat memperbesar dampak kolektif pengurangan sisa pangan dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup berkelanjutan.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 menyambut Lawson dengan penuh semangat sebagai mitra baru dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. </span><span style="font-weight: 400;">Selamat bergabung Lawson Indonesia, mari Gotong Royong Atasi Sisa dan Susut Pangan di Tahun 2030!</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/selamat-bergabung-lawson-indonesia-mari-gotong-royong-atasi-sisa-dan-susut-pangan-di-tahun-2030/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panduan Kemitraan yang Efektif untuk Redistribusi Pangan GRASP 2030</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/11/26/644/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/11/26/644/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 04:07:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Guides & Infographics]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=644</guid>

					<description><![CDATA[Panduan Kemitraan yang Efektif untuk Redistribusi Pangan GRASP 2030 Panduan Kemitraan yang Efektif untuk Redistribusi Pangan GRASP 2030 merangkum langkah praktis bagi pelaku usaha dan organisasi redistribusi pangan untuk menyalurkan surplus pangan dengan aman, bermutu, bergizi, dengan memperhatikan regulasi yang ada. Dokumen ini dapat menjadi panduan awal mengenai kerangka hukum, kriteria keamanan pangan, alur kerja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Panduan Kemitraan yang Efektif untuk Redistribusi Pangan GRASP 2030</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Panduan Kemitraan yang Efektif untuk Redistribusi Pangan GRASP 2030 merangkum langkah praktis bagi pelaku usaha dan organisasi redistribusi pangan untuk menyalurkan surplus pangan dengan aman, bermutu, bergizi, dengan memperhatikan regulasi yang ada.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dokumen ini dapat menjadi panduan awal mengenai kerangka hukum, kriteria keamanan pangan, alur kerja donasi, serta mekanisme kemitraan yang transparan agar penyelamatan pangan dapat dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab. Panduan ini ditujukan untuk memperkuat kolaborasi sektor swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat dalam mengurangi susut dan sisa pangan di Indonesia, sekaligus mendukung target nasional dan SDG 12.3 melalui aksi nyata penyelamatan pangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Klik tautan di bawah untuk mengunduh dokumen.</span></p>
<p><a class="btn btn-lg btn-primary" href="https://drive.google.com/file/d/1tyTBbN31PBRlkQlHXykf1v6KvHFfIpOr/view?usp=sharing/">DOWNLOAD</a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">—-</span><b><br />
</b><span style="font-weight: 400;">The </span><i><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 Guidelines for Effective Food Redistribution Partnerships</span></i><span style="font-weight: 400;"> provide practical steps for businesses and food redistribution organizations to channel surplus food safely, in a good quality and nutritious manner, while complying with existing national regulations. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">This document serves as an initial guide on legal framework, food safety requirements, donation workflows, and partnership arrangements to ensure accountable and transparent redistribution practices. Designed to strengthen collaboration across private sector, government, and civil society, the guidelines support Indonesia’s efforts to reduce food loss and waste while contributing to national targets and SDG 12.3 through concrete, scalable food rescue actions.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Download the guidelines by clicking the button below.</span></p>
<p><a class="btn btn-lg btn-primary" href="https://drive.google.com/file/d/1tyTBbN31PBRlkQlHXykf1v6KvHFfIpOr/view?usp=sharing/">DOWNLOAD</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/11/26/644/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GRASP2030 and KSPL Promote Food Loss and Waste Measurement for Businesses and Local Governments in Commemoration of IDAFLW 2025</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/10/03/grasp2030-and-kspl-promote-food-loss-and-waste-measurement-for-businesses-and-local-governments-in-commemoration-of-idaflw-2025/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/10/03/grasp2030-and-kspl-promote-food-loss-and-waste-measurement-for-businesses-and-local-governments-in-commemoration-of-idaflw-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 05:29:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=632</guid>

					<description><![CDATA[The two-day event featured capacity building on the Standard Methodology for Food Loss and Waste Measurement, knowledge sharing among key partners, and the launch of two national initiatives — the “Stop Boros Pangan” Platform by Bapanas and the “Food Redistribution Guidelines” co-developed with GRASP2030 signatories — marking GRASP2030’s 4th anniversary celebration alongside IDAFLW 2025. Jakarta, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><i><span style="font-weight: 400;">The two-day event featured capacity building on the Standard Methodology for Food Loss and Waste Measurement, knowledge sharing among key partners, and the launch of two national initiatives — the “Stop Boros Pangan” Platform by Bapanas and the “Food Redistribution Guidelines” co-developed with GRASP2030 signatories — marking GRASP2030’s 4th anniversary celebration alongside IDAFLW 2025.</span></i></p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-633" src="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-300x200.jpg" alt="" width="972" height="648" srcset="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-300x200.jpg 300w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-1024x683.jpg 1024w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-768x512.jpg 768w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-391x260.jpg 391w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-1536x1024.jpg 1536w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-2048x1365.jpg 2048w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-500x333.jpg 500w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-360x240.jpg 360w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-667-200x133.jpg 200w" sizes="(max-width: 972px) 100vw, 972px" /></p>
<p><b>Jakarta, 1 October 2025</b><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> The Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), through the GRASP2030 initiative (</span><i><span style="font-weight: 400;">Collective Action to Tackle Food Loss and Waste by 2030</span></i><span style="font-weight: 400;">), together with the Sustainable Food Systems Coalition (KSPL), in collaboration with the National Food Agency (Bapanas) and Partnering for Green Growth and the Global Goals 2030 (P4G), successfully held a </span><i><span style="font-weight: 400;">Food Loss and Waste Measurement Training</span></i><span style="font-weight: 400;"> for businesses and local governments on 30 September–1 October 2025 at JS Luwansa Hotel, Jakarta.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">The activity was held to commemorate the </span><i><span style="font-weight: 400;">International Day of Awareness of Food Loss and Waste (IDAFLW) 2025</span></i><span style="font-weight: 400;"> and marked the culmination of GRASP2030’s fourth anniversary celebration. Hosted by public figure </span><b>Olga Lidya</b><span style="font-weight: 400;">, who is known for her environmental advocacy, the event reaffirmed the shared commitment to reducing food loss and waste.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">IBCSD Executive Director </span><b>Indah Budiani</b><span style="font-weight: 400;"> stated that GRASP2030’s fourth anniversary serves as a crucial momentum to strengthen multi-stakeholder synergy in addressing food loss and waste.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“We want to ensure that this commitment does not stop at declarations but is realized through tangible capacity building—enabling local governments and businesses to integrate food loss and waste management into their practices and policies,” she said.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Food loss and waste have become major challenges with significant economic, environmental, and social consequences. As such, this issue is now a national priority within Indonesia’s </span><i><span style="font-weight: 400;">Medium-Term National Development Plan (RPJMN) 2025–2029</span></i><span style="font-weight: 400;"> and the </span><i><span style="font-weight: 400;">National Food Loss and Waste Management Roadmap</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">In his remarks, </span><b>Arief Prasetyo Adi</b><span style="font-weight: 400;">, Head of the National Food Agency, stated:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Indonesia is committed to achieving SDG target 12.3, as reflected in the RPJMN 2025–2029, where food loss and waste management is one of the priority activities, targeting a 3–5% annual increase in food recovery. Achieving this goal requires strong multi-sectoral collaboration, which Bapanas has demonstrated through initiatives such as the </span><i><span style="font-weight: 400;">Gerakan Selamatkan Pangan</span></i><span style="font-weight: 400;"> (Save Food Movement).”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">The training also served as an opportunity to introduce and apply the </span><i><span style="font-weight: 400;">Standard Methodology for Food Loss and Waste Measurement</span></i><span style="font-weight: 400;"> launched by KSPL, the National Food Agency, and the Ministry of National Development Planning (Bappenas) on 24 September 2024. The session was designed for business representatives from the manufacturing, retail, and hospitality sectors (hotel, restaurant, café) as well as local government officials.</span></p>
<p><b>Gina Karina</b><span style="font-weight: 400;">, Head of KSPL Secretariat, emphasized the importance of this training as a foundational step toward data-driven and measurable strategies for reducing food loss and waste.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“By the end of this year, we hope that every participating business and local government will have developed at least a draft strategy for reducing food loss and waste, ready to be implemented next year,” said Gina.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">The training gathered over </span><b>220 participants</b><span style="font-weight: 400;"> from the retail, manufacturing, and hospitality sectors, as well as provincial governments in KSPL’s working areas, including West Sumatra, East Java, and East Nusa Tenggara (NTT). The event also adopted a hybrid format, allowing participation from local government representatives across Indonesia through online sessions.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Over the two-day program, participants learned about the </span><i><span style="font-weight: 400;">Target–Measure–Act (TMA)</span></i><span style="font-weight: 400;"> approach, practical methodologies and tools for measurement and reporting, real-world business case simulations, provincial action plan development aligned with national roadmaps and policies, and the use of digital tools for tracking and monitoring food loss and waste.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">The training featured collaboration among key institutions, including </span><b>Bappenas, WRAP, Garda Pangan, GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition), World Resources Institute (WRI) Indonesia, Nutrifood</b><span style="font-weight: 400;">, and other partners who shared their knowledge and experiences to strengthen the capacity of local governments and businesses in managing food loss and waste.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">In addition to the training sessions, the event featured a ceremonial celebration of </span><i><span style="font-weight: 400;">IDAFLW 2025</span></i><span style="font-weight: 400;">, including the launch of the </span><i><span style="font-weight: 400;">Stop Boros Pangan</span></i><span style="font-weight: 400;"> platform initiated by Bapanas, followed by the introduction of the </span><i><span style="font-weight: 400;">Food Redistribution Guidelines</span></i><span style="font-weight: 400;"> developed in collaboration with GRASP2030 signatories. The event also showcased a short film about a local food-saving movement in Papua—produced through collaboration between WWF Indonesia and Delterra—illustrating community-led efforts in reducing food waste.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">With the spirit of celebrating </span><b>GRASP2030’s fourth anniversary</b><span style="font-weight: 400;"> and </span><b>IDAFLW 2025</b><span style="font-weight: 400;">, this momentum is expected to spark stronger commitments from businesses and local governments to reduce food loss and waste by </span><b>50% by 2030</b><span style="font-weight: 400;">, in line with </span><b>SDG target 12.3</b><span style="font-weight: 400;">, Indonesia’s </span><i><span style="font-weight: 400;">RPJMN 2025–2029</span></i><span style="font-weight: 400;"> target of </span><b>3–5% annual food recovery and waste reduction</b><span style="font-weight: 400;">, and the </span><i><span style="font-weight: 400;">National Food Loss and Waste Management Roadmap</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-635" src="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-300x200.jpg" alt="" width="995" height="663" srcset="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-300x200.jpg 300w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-1024x682.jpg 1024w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-768x512.jpg 768w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-391x260.jpg 391w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-1536x1024.jpg 1536w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-2048x1365.jpg 2048w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-500x333.jpg 500w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-360x240.jpg 360w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/10/Photo-74578-200x133.jpg 200w" sizes="(max-width: 995px) 100vw, 995px" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/10/03/grasp2030-and-kspl-promote-food-loss-and-waste-measurement-for-businesses-and-local-governments-in-commemoration-of-idaflw-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GRASP 2030 &#038; GAPMMI: Businesses Driving Innovation and Collaboration to Tackle Food Loss and Waste</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/25/grasp-2030-gapmmi-businesses-driving-innovation-and-collaboration-to-tackle-food-loss-and-waste/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/25/grasp-2030-gapmmi-businesses-driving-innovation-and-collaboration-to-tackle-food-loss-and-waste/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 11:32:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=625</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, 14 August 2025 – The Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) through GRASP 2030 together with the Indonesian Food and Beverage Producers Association (GAPMMI) hosted a collaborative workshop at Ra Suites Simatupang, bringing together 23 leading food and beverage companies including Nutrifood, Multi Bintang Indonesia (MBI), and Great Giant Foods (GGF). The event, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 14 August 2025 – The Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) through GRASP 2030 together with the Indonesian Food and Beverage Producers Association (GAPMMI) hosted a collaborative workshop at Ra Suites Simatupang, bringing together 23 leading food and beverage companies including Nutrifood, Multi Bintang Indonesia (MBI), and Great Giant Foods (GGF). The event, titled </span><i><span style="font-weight: 400;">“Turning the Challenge of Food Loss and Waste into Business Opportunities through Collaborative Action,”</span></i><span style="font-weight: 400;"> was held to introduce the GRASP 2030 initiative, explore the Target-Measure-Act (TMA) approach, and share practical business cases. Through opening remarks led by IBCSD and GAPMMI, presentations, interactive discussions, and sharing sessions, the workshop highlighted why reducing food loss and waste (FLW) is not only vital for environmental sustainability and national food security, but also a strategic opportunity to improve efficiency, reduce costs, and strengthen competitiveness across the sector.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">The collaborative workshop between GAPMMI and IBCSD through the GRASP 2030 initiative opened with a strong call for joint action to address FLW. Since its launch in 2021, GRASP 2030 has grown from 9 to 39 members, uniting companies and organizations across the food value chain with the TMA approach to halve FLW by 2030. The opening remarks emphasized that tackling FLW is not only an environmental necessity but also a business opportunity, helping companies cut costs, improve efficiency, create circular economy models, and strengthen Indonesia’s food system resilience. With GAPMMI’s engagement, the partnership highlights how reducing FLW can drive both sustainable development and long-term business success.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><b>Nutrifood: From Awareness to Impact</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">For Nutrifood, a company established in 1979 and known for products like Nutrisari, the journey began in 2018, inspired by a wedding organizer that collaborated with food redistribution for surplus banquet. Discovering that up to 50% of wedding banquet food often ended up as surplus, Nutrifood felt inspired by that initiative and implemented similar solutions to food waste in their canteen.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Today, that commitment is integrated into daily operations—systematically measuring FLW, separating edible from non-edible food, and even converting liquid products like milk into compost and fertilizer. Importantly, employees are also engaged through ongoing education and awareness programs. By joining GRASP 2030, the company gained access to training, new partnerships, and valuable collaboration opportunities; turning sustainability into both a responsibility and a competitive advantage. The results speak for themselves: within a single year of joining, Nutrifood reduced FLW by 20% while achieving significant cost savings. </span></p>
<h2><b>Multi Bintang Indonesia: Transforming Waste into Value</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">As part of Heineken Global, Multi Bintang Indonesia (MBI) has set a bold goal: zero waste to landfill by 2030. The company has embraced upcycling as a core strategy to create value from what was once seen as a challenge, and turn it into opportunities.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Each month, spent grain is transformed into granola bars and other food products in partnership with Reharvest, while other organic waste is processed by local NGOs to support community livelihoods. Although storage, partner capacity, and seasonal variations present ongoing hurdles, MBI views GRASP 2030 as a vital platform to strengthen collaboration, enhance transparency, and build stakeholder trust. Participation in the initiative not only supports cost savings and operational efficiency but also reinforces MBI’s social license to operate and aligns with Heineken’s global sustainability vision.</span></p>
<h2><b>Great Giant Foods: Maximizing Every Harvest</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Great Giant Foods (GGF), an integrated agribusiness in Lampung, produces bananas, guavas, and pineapples. GGF faces fluctuations caused by weather and climate, making food loss an unavoidable risk. Yet, rather than waste, the company sees opportunity.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Surplus fruits are channeled into multiple solutions: donations to local communities, transformation into value-added products such as fruit chips, and use as feed for maggot farming to support organic waste management. GGF also partners with universities including UGM (Yogyakarta), Unila (Lampung), and Unpad (West Java) to research and scale innovative ways to absorb and utilize more harvests.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">By engaging with GRASP 2030, GGF has gained validation for its food loss measurement methods, inspiration from peers, and access to best practices that enhance supply chain efficiency while reducing costs.</span></p>
<h2><b>Shared Insights: A Collective Path Forward</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">The open Q&amp;A session underscored the value of cross-industry learning. Participating companies raised challenges of redistributing surplus food in Eastern Indonesia, where partners are limited. Nutrifood expected that GRASP 2030 could develop a national directory of food redistribution partners to scale up a safer and more equitable distribution of food surplus across Indonesia.</span></p>
<h2><b>Building Momentum Together</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">This session reaffirmed that tackling FLW is not just about solving a problem, it is about creating opportunities too. Businesses are reducing costs, strengthening consumer trust, empowering communities, and protecting the environment.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Through GRASP 2030, companies like Nutrifood, MBI, and GGF are proving that collaboration turns challenges into solutions, and solutions into long-term impact. Together, they are paving the way toward a future where every resource is valued and nothing goes to waste. </span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/25/grasp-2030-gapmmi-businesses-driving-innovation-and-collaboration-to-tackle-food-loss-and-waste/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memperkuat Aksi Kolektif untuk Redistribusi Pangan: Diskusi Kedua Working Group GRASP 2030</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/08/memperkuat-aksi-kolektif-untuk-redistribusi-pangan-diskusi-kedua-working-group-grasp-2030/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/08/memperkuat-aksi-kolektif-untuk-redistribusi-pangan-diskusi-kedua-working-group-grasp-2030/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 01:25:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=618</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai bagian dari komitmen kolektif untuk mengurangi susut dan sisa pangan (SSP) di Indonesia, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Waste Resources Action Programme (WRAP) memfasilitasi diskusi kedua Food Redistribution Working Group (FRWG) pada tanggal 29–30 Juli 2025. Forum ini menjadi lanjutan dari diskusi pertama di bulan Juni, dan kembali menghadirkan pemangku kepentingan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai bagian dari komitmen kolektif untuk mengurangi susut dan sisa pangan (SSP) di Indonesia, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Waste Resources Action Programme (WRAP) memfasilitasi diskusi kedua </span><i><span style="font-weight: 400;">Food Redistribution Working Group</span></i><span style="font-weight: 400;"> (FRWG) pada tanggal 29–30 Juli 2025. Forum ini menjadi lanjutan dari diskusi pertama di bulan Juni, dan kembali menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor untuk menyusun pedoman redistribusi pangan yang lebih komprehensif dan aplikatif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Inisiatif ini merupakan bagian dari GRASP 2030 yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 12.3 dengan mendorong penerapan solusi bernilai tinggi dalam pengelolaan pangan, termasuk redistribusi pangan layak konsumsi kepada masyarakat yang membutuhkan.</span></p>
<h2><span style="font-weight: 400;">Hari Pertama: Menyepakati Poin-Poin Strategis dalam Dokumen Panduan</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Diskusi hari pertama dibuka oleh Fierra Setyawan, Program Manager for Food, Nature and People IBCSD , yang menekankan bahwa redistribusi pangan merupakan strategi penting dalam mengurangi SSP secara sistemik. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya penyusunan panduan yang dapat meminimalkan risiko dan menjaga reputasi semua pihak yang terlibat, baik dari sektor swasta maupun lembaga donor.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah sesi pembukaan, Aloysius Wiratmo selaku Program Development &amp; External Engagement Manager IBCSD memaparkan hasil diskusi pertama serta struktur forum. Ia menegaskan bahwa dokumen panduan ini bersifat </span><i><span style="font-weight: 400;">living document</span></i><span style="font-weight: 400;">—yang memungkinkan perubahan sesuai perkembangan regulasi dan masukan peserta.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diskusi dilanjutkan dengan pembahasan poin-poin lanjutan dari dokumen panduan (poin 15–27), yang mencakup:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Penyempurnaan istilah “audit internal” menjadi “inspeksi mandiri”</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Penyesuaian waktu tunggu maksimal untuk pangan siap saji</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Revisi label dan informasi pangan sesuai dengan ketentuan perundangan</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Penegasan tanggung jawab pihak pengolah ulang pangan</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pengaturan produk-produk sensitif seperti susu formula bayi, PKMK, dan PKGK</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Tambahan indikator seperti perhitungan gas rumah kaca yang diselamatkan</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Forum menyepakati berbagai masukan tersebut, dengan catatan-catatan yang akan dituangkan ke dalam draf panduan versi selanjutnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hari pertama ditutup dengan pembagian peserta ke dalam tiga kelompok diskusi untuk membahas Tabel Jenis Pangan berdasarkan klasifikasi risiko dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang hasilnya dipresentasikan keesokan harinya.</span></p>
<h2><span style="font-weight: 400;">Hari Kedua: Finalisasi Tabel Jenis Pangan dan Arah Tindak Lanjut</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Diskusi hari kedua difokuskan pada penyempurnaan Tabel Jenis Pangan, dipandu oleh Chairperson Ibu Kenny dari Nutrifood. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pembahasan mereka, mulai dari produk susu dan olahannya, minyak, sayur dan buah, hingga pangan siap saji.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beberapa poin penting yang disepakati antara lain:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Penambahan kategori produk baru seperti yoghurt UHT dan gula cair</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Penyempurnaan indikator kerusakan produk (misalnya: mengganti “penyok” menjadi “kaleng bocor atau kembung”)</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Penyesuaian istilah masa simpan agar lebih jelas dan tidak menimbulkan ambiguitas</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Ketentuan suhu penyimpanan pangan siap saji berdasarkan standar Codex Alimentarius</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Identifikasi produk-produk yang harus segera disalurkan atau memerlukan penanganan khusus</span><span style="font-weight: 400;">
<p></span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Diskusi hari kedua ditutup oleh Aloysius Wiratmo dengan penyampaian rencana tindak lanjut. Tim Sekretariat GRASP 2030 akan menyusun </span><i><span style="font-weight: 400;">draft</span></i><span style="font-weight: 400;"> kedua panduan dengan memasukkan seluruh masukan yang telah dibahas. Untuk isu-isu teknis yang masih perlu klarifikasi, peserta didorong untuk mengirimkan masukan tambahan secara tertulis.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diskusi ini menjadi bukti kuatnya semangat kolaboratif dalam mendorong sistem redistribusi pangan yang lebih efisien, inklusif, dan berbasis bukti. Dengan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, GRASP 2030 terus bergerak menuju sistem pangan nasional yang minim limbah, berkeadilan, dan berkelanjutan.</span></p>
<h2><span style="font-weight: 400;">Bagaimana GRASP 2030 Dapat Membantu?</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut &amp; Sisa Pangan di Tahun 2030) adalah perjanjian sukarela (</span><i><span style="font-weight: 400;">voluntary agreement</span></i><span style="font-weight: 400;">) yang diinisiasi oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) untuk menyatukan bisnis dan pemangku kepentingan lain dalam upaya mengurangi susut dan sisa pangan hingga 50% pada tahun 2030, sesuai dengan SDG 12.3.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sejak diluncurkan pada September 2021, GRASP 2030 telah menghimpun lebih dari 20 anggota dari berbagai sektor—termasuk industri makanan dan minuman, perhotelan, </span><i><span style="font-weight: 400;">startup</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">think tank</span></i><span style="font-weight: 400;">, bank pangan, dan ritel—untuk mendorong kolaborasi di seluruh sistem pangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 mendorong bisnis untuk menerapkan kerangka Target-Ukur-Aksi yang memungkinkan mereka mengambil langkah strategis dan terukur. Dengan menyediakan panduan praktis, wawasan berbasis data, dan platform kolaboratif, GRASP 2030 membantu bisnis mengidentifikasi inefisiensi, menerapkan solusi, serta memantau kemajuan bisnis. Melalui aksi kolektif, inisiatif ini tidak hanya mengurangi susut dan sisa pangan, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan sosial, dan ketahanan ekonomi di seluruh Indonesia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/sign-up/"><b>Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang GRASP 2030</b></a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/08/memperkuat-aksi-kolektif-untuk-redistribusi-pangan-diskusi-kedua-working-group-grasp-2030/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strengthening Collective Action for Food Redistribution: Second Discussion of the GRASP 2030 Working Group</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/07/strengthening-collective-action-for-food-redistribution-second-discussion-of-the-grasp-2030-working-group/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/07/strengthening-collective-action-for-food-redistribution-second-discussion-of-the-grasp-2030-working-group/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 01:27:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=621</guid>

					<description><![CDATA[As part of a collective commitment to reduce food loss and waste (FLW) in Indonesia, the Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) and the Waste Resources Action Programme (WRAP) facilitated the second discussion of the Food Redistribution Working Group (FRWG) on July 29–30, 2025. This forum builds on the first discussion held in June [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">As part of a collective commitment to reduce food loss and waste (FLW) in Indonesia, the Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) and the Waste Resources Action Programme (WRAP) facilitated the second discussion of the </span><i><span style="font-weight: 400;">Food Redistribution Working Group (FRWG)</span></i><span style="font-weight: 400;"> on July 29–30, 2025. This forum builds on the first discussion held in June and once again brings together stakeholders from various sectors to develop more comprehensive and practical guidelines for food redistribution.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">This initiative is part of GRASP 2030, which supports Sustainable Development Goal (SDG) 12.3 by promoting the implementation of high-value solutions in tackling food loss and waste, including the redistribution of food fit for consumption to communities in need.</span></p>
<h2><span style="font-weight: 400;">Day One: Agreeing on Strategic Points in the Guidance Document</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">The first day of discussions was opened by Fierra Setyawan, Program Manager for Food, Nature and People, representing the Executive Director of IBCSD, who emphasized that food redistribution is an important strategy in systematically reducing FLW. In his remarks, he highlighted the importance of developing guidelines that can minimize risks and maintain the reputation of all parties involved, both from the private sector and donor agencies.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Following the opening session, Aloysius Wiratmo, Team Leader GRASP 2030 at IBCSD, presented the results of the first discussion and the structure of the forum. He emphasized that the guidelines are a </span><i><span style="font-weight: 400;">living document</span></i><span style="font-weight: 400;">—one that can be amended in line with regulatory developments and participant input.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">The discussion continued with a review of further points from the guidance document (points 15–27), which included:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Revision of the term “internal audit” to “self-inspection”</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Adjustment of the maximum waiting time for ready-to-eat food</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Revision of food labels and information in accordance with legal provisions</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Reaffirmation of the responsibilities of food reprocessors</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Regulation of sensitive products such as infant formula, PKMK, and PKGK</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Additional indicators such as the calculation of greenhouse gas savings</span>&nbsp;</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">The forum agreed on these various inputs, with notes to be incorporated into the next draft of the guidelines.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">The first day ended with participants being divided into three discussion groups to discuss the Food Type Table based on the risk classification of the National Food Agency (Bapanas), the results of which were presented the following day.</span></p>
<h2><span style="font-weight: 400;">Day Two: Finalization of Food Type Table and Follow-up Actions</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">The second day of discussions focused on refining the Food Type Table, led by Chairperson Kenny from Nutrifood. Each group presented the results of their discussions, ranging from dairy products and their derivatives, oils, vegetables and fruits, to ready-to-eat foods.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Some of the key points agreed upon included:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Addition of new product categories such as UHT yogurt and liquid sugar</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Improvement of product damage indicators (such as replacing “dent” with “leaking or bulging can”)</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Adjustment of shelf life terms to be clearer and less ambiguous</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Storage temperature requirements for ready-to-eat foods based on Codex Alimentarius standards</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Identification of products that must be distributed immediately or require special handling</span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">The second day of discussions was closed by Aloysius Wiratmo with the presentation of a follow-up plan. The GRASP 2030 Secretariat team will draft the second version of the guidelines, incorporating all the inputs discussed. For technical issues that still require clarification, participants are encouraged to submit additional written inputs.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">This discussion serves as strong evidence of the collaborative spirit in promoting a more efficient, inclusive, and evidence-based food redistribution system. With the active involvement of all stakeholders, GRASP 2030 continues to move toward a national food system that is low-waste, equitable, and sustainable.</span></p>
<h2><span style="font-weight: 400;">How can GRASP 2030 help?</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut &amp; Sisa Pangan di Tahun 2030) is a voluntary agreement initiated by the Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) to unite businesses and other stakeholders in an effort to reduce food loss and waste by 50% by 2030, in line with SDG 12.3.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Since its launch in September 2021, GRASP 2030 has brought together 39 members from various sectors—including the food and beverage industry, hospitality, startups, think tanks, food banks, and retail—to promote collaboration across the entire food system.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 encourages businesses to adopt a Target-Measure-Action (TMA) framework that enables them to take strategic and measurable steps. By providing practical guidance, data-driven insights, and a collaborative platform, GRASP 2030 helps businesses identify inefficiencies, implement solutions, and monitor progress. Through collective action, this initiative not only reduces food loss and waste but also enhances environmental sustainability, social well-being, and economic resilience across Indonesia.</span></p>
<p><a href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/"><b>Contact us to find out more about GRASP 2030</b></a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/08/07/strengthening-collective-action-for-food-redistribution-second-discussion-of-the-grasp-2030-working-group/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GRASP 2030 Tegaskan Komitmen Bisnis untuk Dorong Aksi Nyata Atasi Susut dan Sisa Pangan</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/07/08/grasp-2030-tegaskan-komitmen-bisnis-untuk-dorong-aksi-nyata-atasi-susut-dan-sisa-pangan/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/07/08/grasp-2030-tegaskan-komitmen-bisnis-untuk-dorong-aksi-nyata-atasi-susut-dan-sisa-pangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 08:20:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=595</guid>

					<description><![CDATA[Siaran Pers – Untuk Segera Diterbitkan Dalam sesi khusus di Nusantara Food &#38; Hotel 2025, IBCSD melalui GRASP 2030 memperkuat kolaborasi lintas sektor lewat penandatanganan MoU dengan APRINDO, GAPMMI, dan PISAgro, serta bergabungnya Unilever sebagai signatories baru. Acara ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong aksi nyata atasi susut dan sisa pangan. Jakarta, 3 Juli 2025 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Siaran Pers – Untuk Segera Diterbitkan</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Dalam sesi khusus di Nusantara Food &amp; Hotel 2025, IBCSD melalui GRASP 2030 memperkuat kolaborasi lintas sektor lewat penandatanganan MoU dengan APRINDO, GAPMMI, dan PISAgro, serta bergabungnya Unilever sebagai </span></i><span style="font-weight: 400;">signatories</span><i><span style="font-weight: 400;"> baru. Acara ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong aksi nyata atasi susut dan sisa pangan.</span></i></p>
<p><b>Jakarta, 3 Juli 2025</b><span style="font-weight: 400;"> — Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), melalui inisiatif GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di 2030), mengumpulkan para pemimpin bisnis, pemerintah, asosiasi, media, dan masyarakat umum dalam konferensi Nusantara Food &amp; Hotel 2025 pada sebuah sesi khusus bertajuk </span><i><span style="font-weight: 400;">“Mendorong Aksi Nyata untuk Mengatasi Susut dan Sisa Pangan.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesi ini diisi dengan sambutan dari perwakilan BAPPENAS dan Bapanas yang menyampaikan pandangan dari sektor pemerintah. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IBCSD dan sejumlah asosiasi, yaitu Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan PISAgro. Unilever juga secara resmi bergabung sebagai </span><i><span style="font-weight: 400;">signatories</span></i><span style="font-weight: 400;"> GRASP 2030 melalui penandatanganan </span><i><span style="font-weight: 400;">voluntary agreement</span></i><span style="font-weight: 400;">. Selain itu, sesi ini dilengkapi dengan diskusi talkshow yang menjadi ruang berbagi pengalaman dan komitmen dari asosiasi dan </span><i><span style="font-weight: 400;">signatories</span></i><span style="font-weight: 400;"> GRASP 2030 dalam mengatasi susut dan sisa pangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Acara dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai sektor yang hadir untuk mewujudkan upaya bersama, dengan dukungan sejumlah signatories GRASP 2030, yakni Unilever, Nutrifood, Great Giant Food, dan Kalbe Nutritionals. Sebagai sebuah wadah kolaborasi multipihak, GRASP 2030 bersama dengan para </span><i><span style="font-weight: 400;">signatories</span></i><span style="font-weight: 400;">-nya terus berupaya untuk mendorong aksi nyata untuk mengatasi susut dan sisa pangan. </span></p>
<p><b>Indah Budiani</b><span style="font-weight: 400;">, Direktur Eksekutif IBCSD, menyampaikan bahwa selain merugikan ekonomi dan lingkungan, susut dan sisa pangan juga mencerminkan ketimpangan sosial. “</span><i><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, komitmen bersama sektor bisnis dalam mengurangi susut dan sisa pangan bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi juga peluang untuk efisiensi operasional, inovasi produk, dan peningkatan reputasi di mata konsumen, terutama generasi muda,&#8221; </span></i><span style="font-weight: 400;">sebut Indah dalam sambutannya saat membuka acara.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesi ini juga menyoroti pentingnya peran pengurangan susut dan sisa pangan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam pidatonya, </span><b>Nita Yulianis</b><span style="font-weight: 400;">, Direktur Kewaspadaan Pangan BAPANAS, menekankan urgensi serta langkah utama untuk mengatasi susut dan sisa pangan di Indonesia, yang mencapai 48 juta ton per tahun. “</span><i><span style="font-weight: 400;">Kami memahami bahwa banyak hal sudah dilakukan oleh Bapak Ibu sekalian, tetapi kita gaungkan kembali dengan tiga langkah utama: pencegahan timbulan sisa makanan, penanganan sisa pangan, dan pencatatan</span></i><span style="font-weight: 400;">,” jelas Nita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sesi talk show, para narasumber membahas tantangan dan upaya pengurangan susut dan sisa pangan di berbagai sektor, mulai dari sektor pertanian, produksi, hingga ritel,. GAPMMI menyoroti tantangan overproduksi akibat perubahan cepat preferensi konsumen; APRINDO menekankan pentingnya manajemen stok yang efektif di sektor ritel; sementara PISAgro membagikan pengalaman mendampingi petani agar memproduksi secara efisien dan menghindari susut pangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Chairwoman GRASP 2030 sekaligus Head of Sustainability Nutrifood, </span><b>Angelique Dewi</b><span style="font-weight: 400;">, mendorong pelaku usaha untuk mulai dari langkah sederhana seperti mengukur jumlah food waste di operasional mereka sebagai bentuk efisiensi. “</span><i><span style="font-weight: 400;">Kita tidak perlu langsung berinovasi besar-besaran. Mulailah dengan mengukur food waste di operasional masing-masing. Ini adalah bentuk efisiensi bagi perusahaan itu sendiri, dan akan lebih efektif jika dilakukan dengan berkolaborasi bersama food bank dan pengelola sampah makanan</span></i><span style="font-weight: 400;">,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 terus mengajak lebih banyak perusahaan dan organisasi lainnya untuk bergabung, menerapkan pendekatan Target–Ukur–Aksi, dan menjadikan pengurangan susut dan sisa pangan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Sesi di Nusantara Food &amp; Hotel 2025 menunjukkan bagaimana komitmen dapat diwujudkan dalam aksi nyata, sekaligus menjadi langkah penting menuju pencapaian target nasional di 2030. Lebih dari sekadar forum diskusi, acara ini mencerminkan gerakan kolektif yang kian kuat untuk membangun sistem pangan yang berkelanjutan.</span></p>
<p><b>Tentang IBCSD</b><span style="font-weight: 400;"><br />
</span><span style="font-weight: 400;">Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) adalah asosiasi yang dipimpin oleh para CEO perusahaan di Indonesia yang berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi, keseimbangan ekologi, dan kemajuan sosial. Sebagai partner global dari WBCSD, IBCSD memfasilitasi kepemimpinan bisnis berkelanjutan, mempromosikan praktik terbaik, dan bermitra dengan pemerintah serta masyarakat sipil untuk mendorong solusi kebijakan yang berdampak. Kunjungi ibcsd.or.id atau hubungi info@ibcsd.or.id untuk informasi lebih lanjut.</span></p>
<p><b>Tentang GRASP 2030</b><b><br />
</b><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di 2030) adalah perjanjian sukarela (</span><i><span style="font-weight: 400;">voluntary agreement</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span> <span style="font-weight: 400;">yang diinisiasi oleh IBCSD untuk mengurangi setengah dari susut dan sisa pangan (SSP) di Indonesia pada tahun 2030. Diluncurkan pada 2021, GRASP 2030 menjadi platform kolaboratif tingkat nasional yang melibatkan sektor swasta, asosiasi, NGO, pemerintah, dan aktor lain di sepanjang rantai nilai pangan. Melalui pendekatan Target–Ukur–Aksi, inisiatif ini mendorong aksi terkoordinasi, berbagi praktik terbaik, dan inovasi untuk mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan.</span></p>
<p><b>Kontak Media</b><span style="font-weight: 400;"><br />
</span><span style="font-weight: 400;">Nurina Izazi, Communications Manager IBCSD, nurina@ibcsd.or.id</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/07/08/grasp-2030-tegaskan-komitmen-bisnis-untuk-dorong-aksi-nyata-atasi-susut-dan-sisa-pangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi IBCSD dan PISAgro Dorong Aksi Nyata Kurangi Susut dan Sisa Pangan di Sektor Agrikultur dan Manufaktur</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/25/kolaborasi-ibcsd-dan-pisagro-dorong-aksi-nyata-kurangi-susut-dan-sisa-pangan-di-sektor-agrikultur-dan-manufaktur/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/25/kolaborasi-ibcsd-dan-pisagro-dorong-aksi-nyata-kurangi-susut-dan-sisa-pangan-di-sektor-agrikultur-dan-manufaktur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 05:03:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=536</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Jakarta, 24 Maret 2025 – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) sukses menyelenggarakan Workshop “Mengatasi Susut dan Sisa Pangan di Sektor Pertanian dan Manufaktur” pada Senin (24/3) di Jakarta. Acara ini mempertemukan para pelaku usaha anggota PISAgro, perwakilan pemerintah, dan mitra teknis WRAP untuk mendorong kolaborasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-538 aligncenter" src="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/ibcsd-x-Pisagro-24-mar-2025-300x169.jpg" alt="" width="663" height="373" srcset="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/ibcsd-x-Pisagro-24-mar-2025-300x169.jpg 300w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/ibcsd-x-Pisagro-24-mar-2025-1024x576.jpg 1024w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/ibcsd-x-Pisagro-24-mar-2025-768x432.jpg 768w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/ibcsd-x-Pisagro-24-mar-2025-1536x863.jpg 1536w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/ibcsd-x-Pisagro-24-mar-2025-2048x1151.jpg 2048w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/ibcsd-x-Pisagro-24-mar-2025-500x281.jpg 500w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/ibcsd-x-Pisagro-24-mar-2025-200x112.jpg 200w" sizes="auto, (max-width: 663px) 100vw, 663px" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Jakarta, 24 Maret 2025</strong> – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) sukses menyelenggarakan </span><b>Workshop “Mengatasi Susut dan Sisa Pangan di Sektor Pertanian dan Manufaktur”</b><span style="font-weight: 400;"> pada Senin (24/3) di Jakarta. Acara ini mempertemukan para pelaku usaha anggota PISAgro, perwakilan pemerintah, dan mitra teknis WRAP untuk mendorong kolaborasi nyata dalam mengurangi susut dan sisa pangan (SSP) di sepanjang rantai pasok pangan nasional.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan GRASP 2030, sebuah platform kolaboratif yang diinisiasi oleh IBCSD, serta mengajak sektor swasta untuk terlibat aktif dalam peta jalan pengurangan SSP nasional melalui pendekatan Target-Ukur-Aksi. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu perusahaan menetapkan target, melakukan pengukuran, dan merancang aksi konkret berdasarkan data.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif PISAgro, Insan Syafaat, menekankan pentingnya peran sektor agrikultur dan manufaktur dalam mengatasi susut dan sisa pangan. “Di sektor agrikultur dan manufaktur, isu susut dan sisa pangan menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kolaborasi antara IBCSD dan PISAgro menjadi wadah strategis untuk mendorong langkah nyata dalam mempercepat inisiatif keberlanjutan di sektor agrikultur dan manufaktur. Sinergi ini tidak hanya memperkuat implementasi praktik berkelanjutan, tetapi juga memperkuat posisi dan suara sektor bisnis dalam advokasi kebijakan yang mendukung transformasi menuju sistem pangan yang lebih berketahanan dan berkelanjutan. Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani, menyampaikan sejumlah hal yang dapat ditindaklanjuti dari kolaborasi ini. “Hal ini untuk menjadikan upaya kita bersama lebih berdampak,” sebut Indah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada sesi pertama, Dr. Jarot Indarto dari Bappenas menyampaikan arah kebijakan pemerintah terkait penanganan SSP dan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan sistem pangan yang efisien. Sesi berikutnya menghadirkan diskusi panel yang diisi oleh Aloysius Wiratmo dari IBCSD, serta Sachi Shah dan Michael Jones dari WRAP. Para narasumber memperkenalkan konsep SSP secara menyeluruh dan memperkenalkan GRASP 2030 sebagai platform kolaboratif berbasis </span><i><span style="font-weight: 400;">voluntary agreement</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau perjanjian sukarela, yang mengedepankan pendekatan Target-Ukur-Aksi. Diskusi juga membahas pemanfaatan </span><i><span style="font-weight: 400;">Data Capture Sheet</span></i><span style="font-weight: 400;"> untuk pengumpulan data yang terstandar, serta pentingnya integrasi data dalam proses pengambilan keputusan strategis di sektor bisnis.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam workshop ini, Chairperson GRASP 2030, Angelique Dewi, diwakili oleh Kenny Liana dari Nutrifood membagikan praktik terbaik dan testimoni sebagai penandatangan GRASP 2030. Kenny juga berbagi mengenai tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Workshop ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun upaya kolektif lintas sektor untuk mengurangi susut dan sisa pangan di Indonesia. Melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan data yang lebih baik, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang terdorong untuk mengambil aksi konkret guna mewujudkan sistem pangan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.</span></p>
<p><b>Tentang GRASP 2030</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan 2030) adalah inisiatif kolaboratif yang diinisiasi IBCSD sejak 2021 untuk menurunkan susut dan sisa pangan di Indonesia melalui aksi bersama pelaku usaha, organisasi sosial, dan pemangku kepentingan lainnya.</span></p>
<p><b>Tentang IBCSD:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) adalah sebuah asosiasi yang dipimpin oleh para CEO perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang memiliki komitmen yang sama untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, keseimbangan ekologi, dan kemajuan sosial. IBCSD memfasilitasi kepemimpinan bisnis yang berkelanjutan dengan mempromosikan praktik-praktik terbaik, bermitra dengan pemerintah dan masyarakat sipil, serta memberikan solusi bagi kebijakan Indonesia dalam isu-isu keberlanjutan.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/25/kolaborasi-ibcsd-dan-pisagro-dorong-aksi-nyata-kurangi-susut-dan-sisa-pangan-di-sektor-agrikultur-dan-manufaktur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop GRASP 2030 Dorong Standar Redistribusi Surplus Makanan Nasional</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/25/workshop-grasp-2030-dorong-standar-redistribusi-surplus-makanan-nasional/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/25/workshop-grasp-2030-dorong-standar-redistribusi-surplus-makanan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 04:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=532</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, 20 Maret 2025 – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) yang menginisiasi GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan Sebelum Tahun 2030) sukses menggelar workshop bertajuk “Meningkatkan Standar Redistribusi Surplus Makanan” pada Kamis (20/3) di Wyndham Casablanca Hotel, Jakarta. Organisasi-organisasi food bank (bank pangan) yang tergabung dalam inisiatif GRASP 2030 hadir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-534 aligncenter" src="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/GRASP-20-Maret-2025-2up-300x170.jpg" alt="" width="911" height="516" srcset="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/GRASP-20-Maret-2025-2up-300x170.jpg 300w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/GRASP-20-Maret-2025-2up-1024x579.jpg 1024w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/GRASP-20-Maret-2025-2up-768x435.jpg 768w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/GRASP-20-Maret-2025-2up-1536x869.jpg 1536w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/GRASP-20-Maret-2025-2up-2048x1159.jpg 2048w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/GRASP-20-Maret-2025-2up-500x283.jpg 500w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2025/03/GRASP-20-Maret-2025-2up-200x113.jpg 200w" sizes="auto, (max-width: 911px) 100vw, 911px" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Jakarta, 20 Maret 2025</strong> – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) yang menginisiasi GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan Sebelum Tahun 2030) sukses menggelar </span><i><span style="font-weight: 400;">workshop</span></i><span style="font-weight: 400;"> bertajuk “Meningkatkan Standar Redistribusi Surplus Makanan” pada Kamis (20/3) di Wyndham Casablanca Hotel, Jakarta. Organisasi-organisasi food bank (bank pangan) yang tergabung dalam inisiatif GRASP 2030 hadir dalam acara ini. Acara ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat mekanisme penyelamatan surplus makanan dan mendistribusikannya secara aman dan bermartabat kepada mereka yang membutuhkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Workshop ini mempertemukan tujuh organisasi foodbank anggota GRASP 2030, perwakilan pemerintah, serta mitra calon signatories, dalam diskusi mendalam mengenai praktik terbaik, tantangan lapangan, dan langkah kolaboratif dalam memperbaiki ekosistem redistribusi pangan. Hadir pula WRAP (Waste and Resources Action Programme) dari Inggris sebagai mitra global yang membagikan praktik terbaik terkait standar redistribusi makanan secara internasional, serta narasumber lainnya dari Foodbank of Indonesia, Aksata Pangan Medan, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Organisasi redistribusi pangan menghadapi tantangan yang beragam, mulai dari keamanan pangan, reputasi </span><i><span style="font-weight: 400;">brand</span></i><span style="font-weight: 400;">, hingga kepatuhan hukum. Tapi kita memiliki tujuan yang sama: menyelamatkan makanan agar tidak terbuang dan memastikan pangan tersebut tetap aman dan layak bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD, dalam sambutannya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesi diskusi menghadirkan pemaparan dari Foodbank of Indonesia, Aksata Pangan, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ketiganya menyoroti pentingnya sistem monitoring kualitas makanan, integritas merek, hingga kerangka kebijakan yang mendukung.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari sisi pemerintah, Nita Yulianis, Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, menyoroti pentingnya edukasi publik. “Masih perlu digaungkan mengenai hierarki pangan untuk mengedepankan pencegahan dan donasi makanan. Banyak yang belum mengetahui bahwa donasi makanan adalah salah satu solusi utama sebelum makanan berakhir sebagai limbah,” ujar Nita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sesi breakout, para peserta mengidentifikasi tiga isu utama dalam redistribusi surplus pangan: keamanan dan kualitas pangan, reputasi brand donor, dan kepatuhan terhadap peraturan. Hasil diskusi ini akan menjadi pijakan awal dalam pembentukan Kelompok Kerja Redistribusi Pangan di bawah GRASP 2030.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai tindak lanjut, IBCSD akan memfasilitasi pembentukan kelompok kerja lintas sektor untuk merumuskan panduan standar redistribusi pangan yang dapat diterapkan bersama oleh pelaku usaha, foodbank, dan pemerintah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kami akan membentuk Kelompok Kerja Redistribusi Pangan di bawah GRASP 2030, yang akan menyusun pedoman praktis dan realistis untuk redistribusi pangan. Kelompok ini akan menjadi ruang kolaboratif bagi organisasi </span><i><span style="font-weight: 400;">food bank</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan pelaku usaha agar mekanisme redistribusi dapat diperkuat dan diperluas, demi mencegah pemborosan dan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Angelique Dewi, Chairwoman GRASP 2030, dalam sambutan penutupnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan langkah ini, GRASP 2030 berharap redistribusi pangan di Indonesia tak hanya menjadi gerakan sosial, tetapi juga solusi sistemik yang berdampak pada pengurangan sisa makanan dan peningkatan ketahanan pangan nasional.</span></p>
<p><b>Tentang GRASP 2030</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan 2030) adalah inisiatif kolaboratif yang diinisiasi IBCSD sejak 2021 untuk menurunkan susut dan sisa pangan di Indonesia melalui aksi bersama pelaku usaha, organisasi sosial, dan pemangku kepentingan lainnya.</span></p>
<p><b>Tentang IBCSD:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) adalah sebuah asosiasi yang dipimpin oleh para CEO perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang memiliki komitmen yang sama untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, keseimbangan ekologi, dan kemajuan sosial. IBCSD memfasilitasi kepemimpinan bisnis yang berkelanjutan dengan mempromosikan praktik-praktik terbaik, bermitra dengan pemerintah dan masyarakat sipil, serta memberikan solusi bagi kebijakan Indonesia dalam isu-isu keberlanjutan.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/25/workshop-grasp-2030-dorong-standar-redistribusi-surplus-makanan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
