<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Articles &#8211; GRASP 2030</title>
	<atom:link href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/category/https-grasp2030-ibcsd-or-id-resources-articles/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2026 03:22:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>Forum Dialog Memperkuat Kemitraan Publik–Swasta untuk Penanganan Susut dan Sisa Pangan (SSP) di Jawa Barat, Bandung, 23 Januari 2026</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/forum-dialog-memperkuat-kemitraan-publik-swasta-untuk-penanganan-susut-dan-sisa-pangan-ssp-di-jawa-barat-bandung-23-januari-2026/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/forum-dialog-memperkuat-kemitraan-publik-swasta-untuk-penanganan-susut-dan-sisa-pangan-ssp-di-jawa-barat-bandung-23-januari-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 22:59:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=660</guid>

					<description><![CDATA[Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui inisiatif GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di 2030) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Forum Dialog Memperkuat Kemitraan Sektor Publik dan Swasta untuk Penanganan Susut dan Sisa Pangan yang Mendukung Sistem Pangan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui inisiatif GRASP 2030<br />
(Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di 2030) berkolaborasi dengan Pemerintah<br />
Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Forum Dialog Memperkuat Kemitraan Sektor Publik<br />
dan Swasta untuk Penanganan Susut dan Sisa Pangan yang Mendukung Sistem Pangan<br />
Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di Sheraton Hotel<br />
Bandung pada Jumat, 23 Januari 2026.</p>
<p>Forum dialog ini menghadirkan perwakilan Badan Pangan Nasional, perwakilan Pemerintah<br />
Provinsi Jawa Barat, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan perwakilan<br />
SPPG. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kemitraan konkret dalam<br />
mengatasi susut dan sisa pangan (food loss &amp; waste).</p>
<p>Direktur Eksekutif IBCSD, Dr. Indah Budiani, menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Barat<br />
memiliki peluang besar untuk menjadi provinsi percontohan nasional dalam penanganan susut<br />
dan sisa pangan berbasis kolaborasi publik-swasta. “Susut dan sisa pangan bukan hanya isu<br />
lingkungan, tetapi juga isu efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha. Melalui GRASP<br />
2030, kami mendorong kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan yang sejalan dengan SDG<br />
12.3, agar aksi pengurangan susut dan sisa pangan dapat lebih terukur dan berdampak,” jelas<br />
Indah.</p>
<p><strong>Jawa Barat sebagai Wilayah Strategis</strong><br />
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat yang diwakilkan oleh Kepala Bidang<br />
Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah<br />
Provinsi Jawa Barat, Eka Jatnika Sundana, ST., M.Sc menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki<br />
peran sangat strategis dalam penanganan susut dan sisa pangan di Indonesia. Dengan jumlah<br />
penduduk terbesar mencapai 50,7 juta jiwa, aktivitas ekonomi pangan yang tinggi, serta status<br />
sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi beras tahun 2025 sebesar 10,23<br />
juta ton GKG, Jawa Barat menjadi wilayah kunci dalam upaya nasional pengurangan SSP.<br />
Namun, Jawa Barat juga tercatat sebagai penghasil sampah terbesar di Indonesia dengan<br />
timbulan mencapai 24.882,78 ton per hari, di mana 39,02% diantaranya merupakan sisa<br />
makanan. Tanpa penanganan serius, kondisi ini berpotensi menambah beban lingkungan,<br />
kesehatan masyarakat, dan inefisiensi ekonomi.</p>
<p><strong>Kolaborasi Multipihak melalui GRASP 2030</strong><br />
Inisiatif GRASP 2030 telah menghimpun 18 perusahaan dan 28 organisasi yang berkomitmen<br />
mengurangi SSP sesuai target SDG 12.3 dan RPJMN 2025-2029. Platform ini mendorong<br />
kolaborasi strategis dengan pendekatan Target–Measure–Act, serta memfasilitasi panduan redistribusi pangan dan forum kerja lintas sektor. Dengan semangat gotong royong, Jawa Barat diharapkan menjadi provinsi percontohan dalam pengurangan SSP dan implementasi<br />
pembangunan rendah emisi berbasis kolaborasi multipihak.<br />
<img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-661" src="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-300x176.jpg" alt="" width="493" height="289" srcset="https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-300x176.jpg 300w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-1024x601.jpg 1024w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-768x451.jpg 768w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-1536x902.jpg 1536w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-2048x1202.jpg 2048w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-500x294.jpg 500w, https://grasp2030.ibcsd.or.id/wp-content/uploads/2026/02/bfeb88fe-88e3-4975-9599-31410ec548c6-200x117.jpg 200w" sizes="(max-width: 493px) 100vw, 493px" /></p>
<p>(Dari kiri ke kanan) Dr. Indah Budiani (Direktur Eksekutif IBCSD), Tiur Rumondang (Country<br />
Lead WRAP Indonesia), Isa Dwiyono (Internal Communication &amp; Sustainability Specialist Kalbe<br />
Nutritionals), Eka Jatnika Sundana (Kabid PSDA.Bappeda Jawa Barat) Nita Yulianis (Direktur<br />
Kewaspadaan Pangan dan Gizi, BAPANAS), Linda Al Amin (Kepala Dinas Ketahanan Pangan<br />
dan Peternakan Provinsi Jawa Barat), Risky Fauzi Wibowo (Sustainability Lead Superindo),<br />
M. Gumilang Pramuwidyatama (Pembina Foodbank Bandung), Riza Zakaria (CFO PT BIKI),<br />
dan Aloysius Wiratmo (Program Manager GRASP 2030)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/forum-dialog-memperkuat-kemitraan-publik-swasta-untuk-penanganan-susut-dan-sisa-pangan-ssp-di-jawa-barat-bandung-23-januari-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat bergabung Lawson Indonesia, mari Gotong Royong Atasi Sisa dan Susut Pangan di Tahun 2030!</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/selamat-bergabung-lawson-indonesia-mari-gotong-royong-atasi-sisa-dan-susut-pangan-di-tahun-2030/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/selamat-bergabung-lawson-indonesia-mari-gotong-royong-atasi-sisa-dan-susut-pangan-di-tahun-2030/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 22:35:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=657</guid>

					<description><![CDATA[Dengan penuh antusias, kami menyambut Lawson Indonesia, PT Lancar Wiguna Sejahtera, yang sejak Desember 2025 resmi menjadi core signatory dari inisiatif GRASP 2030!  Firly Firlandi, Corporate Communication Manager, PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson Indonesia) menyampaikan: &#8220;Kami percaya setiap langkah kecil menuju keberlanjutan dapat membawa dampak besar bagi masyarakat. Bergabung dengan GRASP 2030 adalah komitmen kami untuk menghadirkan convenience store yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Dengan penuh antusias, kami menyambut Lawson Indonesia, PT Lancar Wiguna Sejahtera, yang sejak Desember 2025 resmi menjadi core signatory dari inisiatif GRASP 2030! </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Firly Firlandi, Corporate Communication Manager, PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson Indonesia) menyampaikan: </span><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kami percaya setiap langkah kecil menuju keberlanjutan dapat membawa dampak besar bagi masyarakat. Bergabung dengan GRASP 2030 adalah komitmen kami untuk menghadirkan convenience store yang tidak hanya praktis, tetapi juga peduli pada masa depan bumi. Fokus kolaborasi kami adalah pengurangan limbah kopi sebagai bagian dari upaya keberlanjutan.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, Aloysius Wiratmo, Program Director IBCSD dan Team Leader GRASP 2030, menegaskan: </span><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kehadiran Lawson sebagai Core Signatory GRASP 2030 memperkuat ekosistem kolaborasi kami, khususnya dari perwakilan sektor ritel. Dengan model bisnis Lawson yang inovatif dan dekat dengan konsumen urban, kami semakin optimis kontribusi Lawson dapat memperbesar dampak kolektif pengurangan sisa pangan dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup berkelanjutan.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 menyambut Lawson dengan penuh semangat sebagai mitra baru dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. </span><span style="font-weight: 400;">Selamat bergabung Lawson Indonesia, mari Gotong Royong Atasi Sisa dan Susut Pangan di Tahun 2030!</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2026/02/06/selamat-bergabung-lawson-indonesia-mari-gotong-royong-atasi-sisa-dan-susut-pangan-di-tahun-2030/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Target-Measure-Act: A Proven Framework to Tackle Food Loss and Waste</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/07/target-measure-act-a-proven-framework-to-tackle-food-loss-and-waste/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/07/target-measure-act-a-proven-framework-to-tackle-food-loss-and-waste/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 06:11:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=475</guid>

					<description><![CDATA[The &#8220;Target-Measure-Act&#8221; framework is a comprehensive and results-oriented methodology designed to empower and support businesses in their efforts to reduce food loss and waste. This structured approach is closely aligned with the United Nations&#8217; Sustainable Development Goal (SDG) 12.3, which seeks to halve global food loss and waste per capita by the year 2030. This [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">The &#8220;Target-Measure-Act&#8221; framework is a comprehensive and results-oriented methodology designed to empower and support businesses in their efforts to reduce food loss and waste. This structured approach is closely aligned with the </span><a href="https://www.unep.org/topics/sustainable-development-goals/why-do-sustainable-development-goals-matter/goal-12-2"><span style="font-weight: 400;">United Nations&#8217; Sustainable Development Goal (SDG) 12.3</span></a><span style="font-weight: 400;">, which seeks to halve global food loss and waste per capita by the year 2030.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">This framework has proven its potential, as it was successfully adopted by the </span><a href="https://www.wrap.ngo/take-action/uk-food-drink-pact/food-waste-reduction-roadmap"><span style="font-weight: 400;">UK Food and Drink Pact</span></a><span style="font-weight: 400;"> (formerly Courtauld 2030), a voluntary agreement similar to </span><a href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/about/"><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030</span></a><span style="font-weight: 400;"> in the UK. Between 2010 and 2012, its implementation prevented 1.7 million tons of food waste, cut carbon emissions by 5 million tons, and saved businesses over £3 billion. Moreover, by 2020, </span><a href="https://champions123.org/10-20-30"><span style="font-weight: 400;">over 10 major businesses with at least 20 of their supply chains</span></a><span style="font-weight: 400;"> had embraced the framework, achieving substantial reductions in food loss and waste.</span></p>
<h4><b>Target: Setting Actionable Goals</b></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">The first pillar of the framework emphasizes the importance of establishing clear, measurable, and ambitious targets. Setting specific goals not only drives action but also cultivates accountability and focus. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">The framework encourage business to adopt targets that align with or exceed the SDG 12.3 objective of cutting food waste by 50% by 2030 across business operations. These targets should follow the SMART criteria &#8211; Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-bound &#8211; ensuring they are both practical and impactful.</span></p>
<h4><b>Measure: Data-Driven Insights and Analysis</b></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Measurement is a necessary cornerstone of effective waste reduction strategies. Accurate and consistent data collection always enables business to understand the scale of their food loss and waste and identify key areas for intervention. Businesses are encouraged to conduct comprehensive assessments using standardized methodologies. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">By tracking progress over time, business can uncover patterns, address inefficiencies, and refine their strategies. Transparent reporting of food loss and waste data is also vital, fostering collective progress and accountability across the industry.</span></p>
<h4><b>Act: Implementing Targeted Strategies for Positive Change</b></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">With targets set and insights gained, the next step is to act decisively. There are 3 action focuses recommended for GRASP 2030 signatories:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Reducing food loss and waste in operations in Indonesia.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Collaborate with supply chain partners to reduce food loss and waste.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Supporting communities to reduce food loss and waste.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">To help business taking actions, GRASP 2030 provide practical toolkits and guidance, empowering businesses to take effective and sustainable actions.</span></p>
<h4><b>Demonstrating Progress: Real-World Impact of the Framework</b></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">The Target-Measure-Act framework proves that a structured, goal-oriented approach can drive real industry progress. It fosters collaboration, sets measurable targets, and leverages data for impactful action. By implementing this method, businesses can tackle food loss waste, support SDG 12.3, and build a culture of accountability. Scaling this approach is key to a more sustainable food system.</span></p>
<h4><b>How GRASP 2030 can help?</b><b><br />
</b><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut &amp; Sisa Pangan di Tahun 2030) is a voluntary agreement, initiated by the Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), to unite businesses and key stakeholders across Indonesia’s food system. Its primary mission is to cut food loss and waste (FLW) in half by 2030, aligning with SDG 12.3.</span></h4>
<h4><span style="font-weight: 400;">Since its launch in September 2021, GRASP 2030 has gathered over 20 members from diverse sectors—food and beverage, hospitality, startups, think tanks, food donation organizations, and retail—fostering collaboration across the food system.</span></h4>
<h4><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 encourage businesses to use the Target-Measure-Act framework, enabling businesses to take strategic and measurable actions. By providing practical toolkits, data-driven insights, and a collaborative platform, GRASP 2030 empowers businesses to identify inefficiencies, implement solutions, and track progress. Through collective action, it not only reduces FLW but also enhances environmental sustainability, social well-being, and economic resilience across Indonesia.</span></h4>
<p><a href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/sign-up/"><b>Get in touch to find out more about GRASP 2030</b></a></p>
<p>================================================================================================</p>
<p><strong>— versi Bahasa Indonesia —</strong></p>
<p><b>Target-Ukur-Aksi: Metode yang Terbukti Mengatasi Susut dan Sisa Pangan</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Metode Target-Ukur-Aksi (</span><i><span style="font-weight: 400;">Target-Measure-Act</span></i><span style="font-weight: 400;">) adalah metode komprehensif dan berorientasi pada hasil yang dirancang untuk membantu bisnis dalam upaya mereka mengurangi susut dan sisa pangan (</span><i><span style="font-weight: 400;">food loss and waste</span></i><span style="font-weight: 400;">). Pendekatan terstruktur ini selaras dengan </span><a href="https://www.unep.org/topics/sustainable-development-goals/why-do-sustainable-development-goals-matter/goal-12-2"><span style="font-weight: 400;">Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 12.3</span></a><span style="font-weight: 400;"> yang menargetkan pengurangan separuh susut dan sisa pangan global per kapita pada tahun 2030.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kerangka ini telah terbukti efektif diterapkan oleh </span><a href="https://www.wrap.ngo/take-action/uk-food-drink-pact/food-waste-reduction-roadmap"><span style="font-weight: 400;">UK Food and Drink Pact</span></a><span style="font-weight: 400;"> (sebelumnya bernama Courtauld 2030), sebuah perjanjian sukarela di Inggris yang serupa dengan </span><a href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/about/"><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030</span></a><span style="font-weight: 400;">. Antara tahun 2010 dan 2012, penerapan metode ini berhasil mencegah 1,7 juta ton makanan terbuang, mengurangi 5 juta ton emisi karbon, dan menghemat biaya bisnis lebih dari £3 miliar. Hingga tahun 2020, lebih dari </span><a href="https://champions123.org/10-20-30"><span style="font-weight: 400;">10 perusahaan besar dengan setidaknya 20 rantai pasokannya telah menerapkan metode ini</span></a><span style="font-weight: 400;"> dan berhasil mengurangi susut dan sisa pangan secara signifikan.</span></p>
<p><b>Target: Menetapkan Tujuan yang Dapat Ditindaklanjuti</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Langkah pertama dalam metode ini adalah menetapkan target yang jelas, terukur, dan ambisius. Menetapkan tujuan spesifik tidak hanya mendorong aksi tetapi juga membangun akuntabilitas dan fokus pada tindakan yang diambil.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Metode ini mendorong bisnis untuk menetapkan target yang selaras atau bahkan melampaui SDG 12.3, yaitu mengurangi susut dan sisa pangan hingga 50% pada tahun 2030 dalam operasional bisnis mereka. Target ini harus mengikuti prinsip SMART (Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Berbatas Waktu), sehingga lebih realistis dan berdampak.</span></p>
<p><b>Ukur: Wawasan dan Analisis Berbasis Data</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pengukuran menjadi landasan dalam strategi pengurangan limbah pangan yang efektif. Pengumpulan data yang akurat dan konsisten memungkinkan bisnis memahami skala susut dan sisa pangan mereka, serta mengidentifikasi area yang perlu intervensi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bisnis didorong untuk melakukan penilaian menyeluruh dengan metode yang terstandarisasi agar dapat melacak progres dari waktu ke waktu. Data yang dikumpulkan akan membantu bisnis mengidentifikasi pola dan titik inefisiensi, serta menyempurnakan strategi. Pelaporan transparan juga menjadi kunci untuk mendorong kemajuan bersama dan meningkatkan akuntabilitas di seluruh industri.</span></p>
<p><b>Aksi: Menerapkan Strategi Berdasarkan Target untuk Perubahan Positif</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah target ditetapkan dan data dianalisis, langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan nyata. GRASP 2030 merekomendasikan tiga fokus utama bagi para penandatangan:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Mengurangi susut dan sisa pangan di operasi bisnis di Indonesia.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Berkolaborasi dengan mitra rantai pasok untuk mengurangi susut dan sisa pangan.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Mendukung komunitas dalam mengatasi susut dan sisa pangan.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk membantu bisnis mengambil langkah nyata, GRASP 2030 menyediakan panduan praktis dan alat bantu agar bisnis dapat menjalankan strategi yang efektif dan berkelanjutan.</span></p>
<p><b>Progres Nyata dari Penerapan Metode Target-Ukur-Aksi</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Metode Target-Ukur-Aksi membuktikan bahwa pendekatan yang terstruktur dan berorientasi pada tujuan dapat mendorong kemajuan industri secara nyata. Metode ini mendorong bisnis memperkuat kolaborasi, menetapkan target yang dapat diukur, dan memanfaatkan data untuk aksi yang berdampak. Dengan menerapkan metode ini, bisnis dapat mengatasi susut dan sisa pangan, mendukung SDG 12.3, serta membangun akuntabilitas. Mengadopsi dan memperluas metode ini adalah langkah penting menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Bagaimana GRASP 2030 Dapat Membantu?</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut &amp; Sisa Pangan di Tahun 2030) adalah perjanjian sukarela (</span><i><span style="font-weight: 400;">voluntary agreement</span></i><span style="font-weight: 400;">) yang diinisiasi oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) untuk menyatukan bisnis dan pemangku kepentingan lain dalam upaya mengurangi susut dan sisa pangan hingga 50% pada tahun 2030, sesuai dengan SDG 12.3.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sejak diluncurkan pada September 2021, GRASP 2030 telah menghimpun lebih dari 20 anggota dari berbagai sektor—termasuk industri makanan dan minuman, perhotelan, </span><i><span style="font-weight: 400;">startup</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">think tank</span></i><span style="font-weight: 400;">, bank pangan, dan ritel—untuk mendorong kolaborasi di seluruh sistem pangan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 mendorong bisnis untuk menerapkan kerangka Target-Ukur-Aksi yang memungkinkan mereka mengambil langkah strategis dan terukur. Dengan menyediakan panduan praktis, wawasan berbasis data, dan platform kolaboratif, GRASP 2030 membantu bisnis mengidentifikasi inefisiensi, menerapkan solusi, serta memantau kemajuan bisnis. Melalui aksi kolektif, inisiatif ini tidak hanya mengurangi susut dan sisa pangan, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan sosial, dan ketahanan ekonomi di seluruh Indonesia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/sign-up/"><b>Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang GRASP 2030</b></a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/07/target-measure-act-a-proven-framework-to-tackle-food-loss-and-waste/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Why Does Tackling Food Loss and Waste Matter Now More Than Ever?</title>
		<link>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/07/why-does-tackling-food-loss-and-waste-matter-now-more-than-ever/</link>
					<comments>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/07/why-does-tackling-food-loss-and-waste-matter-now-more-than-ever/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor GRASP]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 05:50:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News & Insights]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://grasp2030.ibcsd.or.id/?p=468</guid>

					<description><![CDATA[Every year, Indonesia discards approximately 48 million tons of food, while millions of people struggle with hunger. This issue is not just a matter of food distribution imbalance but also has significant environmental, economic, and social consequences. To address this, GRASP 2030 was launched as an initiative that brings together key stakeholders to reduce food [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Every year, Indonesia discards approximately 48 million tons of food, while millions of people struggle with hunger. This issue is not just a matter of food distribution imbalance but also has significant environmental, economic, and social consequences. To address this, GRASP 2030 was launched as an initiative that brings together key stakeholders to reduce food loss and waste by 50 percent before 2030.</span></p>
<h3><b>Why Should Food Loss and Waste Be Reduced?</b></h3>
<p><b>Environmental Impact</b><span style="font-weight: 400;"> Food waste contributes to 8 to 10 percent of global greenhouse gas emissions (FAO, 2011), accelerating climate change.</span></p>
<p><b>Resource Waste</b><span style="font-weight: 400;"> Producing food requires vast amounts of water, land, and energy. For instance, it takes 1,800 gallons of water to produce one pound of beef (Mekonnen &amp; Hoekstra, 2012).</span></p>
<p><b>Economic Loss</b><span style="font-weight: 400;"> Food waste costs the global economy up to 1 trillion dollars annually (FAO, 2015), funds that could be redirected to more productive initiatives.</span></p>
<p><b>Food Security</b><span style="font-weight: 400;"> With 690 million people experiencing hunger (FAO, 2020), reducing food waste can improve access to food for those in need.</span></p>
<p><b>Social Responsibility</b><span style="font-weight: 400;"> Many edible foods are discarded due to market aesthetic standards. Instead of being wasted, they could be redirected to help alleviate hunger.</span></p>
<h3><b>How Does GRASP 2030 Take Action?</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut &amp; Sisa Pangan di Tahun 2030) is a voluntary agreement initiated by the Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) to unite businesses and other stakeholders in reducing food loss and waste by 50 percent by 2030, in line with SDG 12.3.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Since its launch in September 2021, GRASP 2030 has gathered over 20 members from various sectors—including the food and beverage industry, hospitality, startups, think tanks, food banks, and retail—to foster collaboration across the food system.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">As a collaborative platform, GRASP 2030 encourages businesses and other actors in the food supply chain to:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Raise awareness and educate stakeholders on the importance of reducing food loss and waste.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Help businesses identify practical solutions to minimize food loss.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Promote policies and innovations in sustainable food management.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Facilitate food redistribution to those in need instead of letting it go to waste.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 invites companies, communities, and individuals to be part of a more efficient and sustainable food system.</span></p>
<p><a href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/sign-up/"><span style="font-weight: 400;">Contact us to learn more about how you can contribute to GRASP 2030.</span></a></p>
<p>================================================================================================</p>
<p><strong>— versi Bahasa Indonesia —</strong></p>
<p><b>Mengapa Mengatasi Susut dan Sisa Pangan Menjadi Lebih Penting?</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setiap tahun, sekitar 48 juta ton makanan terbuang di Indonesia setiap tahunnya, sementara jutaan orang berjuang melawan kelaparan. Masalah ini bukan hanya soal ketidakseimbangan distribusi pangan, tetapi juga berdampak besar terhadap lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk mengatasi ini, GRASP 2030 hadir sebagai inisiatif yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mengurangi 50 persen kehilangan dan pemborosan pangan sebelum tahun 2030.</span></p>
<p><b>Alasan Mengapa Susut dan Sisa Pangan Harus Diatasi</b></p>
<ul>
<li aria-level="1"><b>Dampak Lingkungan</b></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Sampah makanan menyumbang 8 sampai 10 persen emisi gas rumah kaca global (FAO, 2011), yang mempercepat perubahan iklim.</span></p>
<ul>
<li aria-level="1"><b>Pemborosan Sumber Daya</b></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Produksi makanan membutuhkan air, tanah, dan energi dalam jumlah besar. Misalnya, 1.800 galon air digunakan untuk menghasilkan satu pon daging sapi (Mekonnen &amp; Hoekstra, 2012).</span></p>
<ul>
<li aria-level="1"><b>Kerugian Ekonomi</b></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Sampah makanan merugikan ekonomi global hingga 1 triliun dolar per tahun (FAO, 2015), yang bisa dihemat untuk hal lebih produktif.</span></p>
<ul>
<li aria-level="1"><b>Ketahanan Pangan</b></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Saat 690 juta orang mengalami kelaparan (FAO, 2020), mengurangi pemborosan makanan dapat meningkatkan akses pangan bagi mereka yang membutuhkan.</span></p>
<p><b>Bagaimana GRASP 2030 Mengambil Tindakan?</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut &amp; Sisa Pangan di Tahun 2030) adalah perjanjian sukarela (voluntary agreement) yang diinisiasi oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) untuk menyatukan bisnis dan pemangku kepentingan lain dalam upaya mengurangi susut dan sisa pangan hingga 50% pada tahun 2030, sesuai dengan SDG 12.3.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sejak diluncurkan pada September 2021, GRASP 2030 telah menghimpun lebih dari 20 anggota dari berbagai sektor—termasuk industri makanan dan minuman, perhotelan, startup, think tank, bank pangan, dan ritel—untuk mendorong kolaborasi di seluruh sistem pangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai platform kolaboratif, GRASP 2030 mengajak bisnis dan aktor lainnya di seluruh rantai pasokan pangan untuk:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya mengurangi susut dan sisa pangan.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Membantu bisnis mengidentifikasi solusi praktis untuk mengurangi kehilangan makanan.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Mendorong kebijakan dan inovasi dalam pengelolaan pangan berkelanjutan.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Memfasilitasi redistribusi makanan ke pihak yang membutuhkan, alih-alih berakhir di tempat sampah.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">GRASP 2030 mengundang perusahaan, komunitas, dan individu untuk berkontribusi dalam menciptakan sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://grasp2030.ibcsd.or.id/sign-up/"><b>Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang GRASP 2030</b></a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://grasp2030.ibcsd.or.id/2025/03/07/why-does-tackling-food-loss-and-waste-matter-now-more-than-ever/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
